BUTET…..harapan seorang ibu pada putrinya…

Mungkin kita di Jawa ini banyak yang tidak tahu, dan kalaupun ada yang tahu orang yang berasal dari daerah Sumatra lebih tepatnya daerah Tapanuli . Lagu ini kita kebanyakan hanya mendengar sekilas bagian depannya saja Butet….dan syair terusannya tidak tahu ini dapat dimaklumi karena lagu ini merupakan lagu daerah Tapanuli dan bahsanya bagi orang Jawa juga sulit dan butuh waktu untuk menghafalkannya. Dalam lagu ini ada syair yang mana orang tuanya khususnya si ibu butet (butet : anak perempuan dalam bahasa batak) berharap agar anaknya menjadi anggota Palang Merah yang akan menolong sesama…
Menurut sejarah, bahwa lagu Butet itu dinyanyikan di Gua perjuangan yang terdapat di hutan Nagatimbul ini, dimana masyarakat Sitahuis dan Nagatimbul bersembunyi di gua tersebut, sementara kaum pria waktu itu berada di Sitahuis untuk berjaga-jaga dan sebagian ada yang mencetak uang ORITA (Oeang Republik Tapanoloe, yang merupakan ejaan lama). Dimana waktu itu tempat percetakan uang ORITA adalah di Sitahuis. Sewaktu putri br Tobing ini yang disebut Si Butet mau tidur ibunyapun menina bobokannya dengan lagu Butet,”aku sejumlah warga Desa Sitahuis dan Nagatimbul. Berikut salah satu syair lagu Butet :

Butet.., dipangungsian do apangmu ale butet
Damargurilla damardarurat ale butet
Damargurilla damardarurat ale butet
..

Butet.., sotung ngolngolan ro hamuna ale butet
Pai ma tona manang surat ale butet
Pai ma tona manang surat ale butet
..

Butet.., tibo do mulak au apangmu ale butet
Masunta ingkon saut do talu ale butet
Masunta ingkon saut do talu ale butet
..

Butet.., haru patibu ma magodang ale butet
Asa adong da palang merah ale butet
Da palang merah ni negara ale butet
..

hidoge doge doge.. hidoge hidoge doge..

artinya ….

putriku..,
ayahmu sedang di pengungsian
ikut perang gerilya

putriku..
semoga kau sabar
menunggu kabar dari ayahmu

putriku.. lekaslah besar
dan menjadi anggota Palang Merah

semoga Tuhan bersamamu..

*) catatan : syair lagu Butet ada dua versi, ada yang menceritakan bahwa ayah butet (anak perempuan ) sedang mencetak uang (ORITA/Oeang Republik Indonesia Tapanoloe),,namun ada juga yang versi sang ayah berada di pengungsian. Kami tidak akan mencari kebenaran diantara keduanya dan membandingkan isi kedua syair lagu tersebut. Namun kita akan sedikit mengupas syair di atas yang berisi tentang harapan ibu terhadap anak perempuannya ( Butet ) untuk menjadi anggota Palang Merah.

Nah di sini kita sebagai insane Palang Merah tentunya akan bertanya – tanya mengapa pada jaman dulu khususnya jaman perjuangan ibu butet (putri) menginginkan anaknya menjadi anggota Palang Merah. Mengapa sang ibu berharap anaknya menjadi anggota Palang Merah?
Dimungkinkan pada saat tersebut profesi insinyur dokter atau guru kurang begitu terkenal di kalangan masyarakat desa, peran anggota Palang Merah pada masa tersebut cukup mulia yaitu menolong tentara yang berperang dan terluka , Harapan ibu si butet dapat menolong ayahnya yang sedang berjuang melawan Belanda, biar ayah butet tidak tambah parah jika terluka di medan perang.
Pada masa tersebut para pemuda Palang Merahpun ikut berjuang tanpa mengangkat senjata dengan resiko menjadi korban peluru nyasar ataupun korban peperangan. Mungkin jika membuka sejarah PMI pada awal – awal berdirinya para pemuda menjadi barisan mobile cologne yang membantu tentara Republik Indonesia yang terluka dalam peperangan melawan agresi militer II Belanda. Dari harapan ibu butet maka kita sebagai insan Palang Merah alangkah bangganya kita bisa membantu sesame, baik membantu melalui donor darah, mengamalkan ilmu kepalangmerahan atau yang membantu langsung di masyarakat melalui berbagai macam kegiatan di PMI. Siamo…..
link lagu berupa video dapat dilihat di youtube (http://www.youtube.com/watch?v=wFfVd7d8mZA)

Refrensi blog :
http://ladangjiwa.com/579/butet-putriku#ixzz1ojRHLYhV
http://batakcommunitycolorado.wordpress.com/2011/12/14/tahukah-anda-sejarah-lagu-butet/

KIAT – KIAT PELATIH MEMAJUKAN PMR

GambarBanyak yang berharap agar PMR bisa besar dan meraih segudang prestasi, banyak pelatih berusaha meningkatkan materi dan berusaha keras agar PMR yang dididik meraih prestasi dan menjadi eskul favorit di sekolahnya. Berbagai macam usaha dilakukan agar adik didiknya giat berlatih dan menguasai materi Kepalangmerahan secara mumpuni, namun terkadang usaha tersebut terkendala berbagai halangan dan segudang permasalahan yang terkadang klasik di mata kita semua.
Betapa bangganya kita ketika dalam sebuah event perlombaan adik didik kita meraih juara umum, atau membawa banyak piala, betapa bangganya jika setiap perbincangan yang menyangkut PMR nama sekolah / PMR Unit kita disegani dan menjadi rival berat dalam setiap kompetisi, dan ketika nama sekolah disebut PMR menjadi sebuah perhitungan besar dan menjadi pilihan eskul yang esklusif.
Namun untuk mewujudkan rasa bangga tersebut tidak sedikit aral dan permasalahan yang harus dihadapi seorang pelatih, mulai dari yang sangat klasik yakni dana dan minat anggota dalam latihan pasang surut. Jika ditinjau dari segi tugas dan kewajiban yang diemban seorang pelatih maka tidaklah berimbang. Kewajiban seorang pelatih adalah membibna dan mendidik anggota PMR dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tahu bisa memahami dari yang paham menjadi mampu. Terlebih jika akan menghadapi lomba, frekuensi latihan meningkat dari biasanya, jika ada Diklat maka persiapan dan segala kesibukan seolah menjadi tanggung jawab seorang pelatih. Dari segi hak yang diterima sangat jauh dari segi kelayakan, sebagai contoh di sebuah sekolah swasta hanya mampu memberi honorarium sebesar RP 25.000 sekali datang, jika ada kegiatan tambahan pelatih harus rela merogoh uang pribadi untuk menutupi segala pengeluaran tambahan. Mungkin jiwa relawan yang tulus telah mendorong para pelatih dan KSR  tetap setia dengan kegiatan PMR dan rela mengisi kegiatan eskul ini adengan segala permasalahannya.

Mengupas permasalahan klasik PMR yang berupa dana kita bisa mencontoh salah satu unit PMR yang mengkaryakan anggotanya agar sedikit aktif dan kreatif, sebagai contoh salah satu PMR Wira di Kecamatan Gondanglegi ketika akan berlomba para anggota diwajibkan mengumpulkan gelas plastik bekas air mineral sebanyak – banyaknya selama satu bulan, bulan berikutnya anggota PMR tersebut mengumpulkan kardus dan kertas bekas semen, hasilnya sangat luar biasa, mereka mampu membiayai kebutuhan lomba yang cukup besar. Sedangkan di PMR Masanega pernah mengumpulkan botol kaca bekas setiap kali latihan dan hasilnya bisa untuk menambah kas dan untuk menjalankan kegiatan PMR.

Menarik minat siswa dalam kegiatan eskul cukup berat dan membutuhkan aktif kreatif seorang pelatih, dengan segala keterbatasan seorang pelatih dituntut mampu menjadi profesional selayaknya guru yang telah mendapatkan tunjangan profesi. Hal yang selayaknya dilakukan seorang pelatih PMR antara lain :

1. Seorang pelatih harus bisa mentransfer kemampuannya sesuai dengan kurikulum pembelajaran PMR, mengalokasikan materi selama dua semester secara tepat dan memanfaatkan jam pembelajaran seefektif mungkin.

2. Seorang pelatih harus terbuka dengan masukan dari pihak lain agar lebih fleksibel dalam membantu adik didik menjalankan organisasi PMR.

3. Serorang pelatih selalu haus akan ilmu dan berusaha menggali ilmu di PMI maupun di dunia medis yang selalu berkembang, tidak jarang kita temui pelatih yang hanya cukup mengandalkan apa yang dimiliki dan kurang menerima perubahan.

4. Seorang pelatih mampu menjadi orang tua, kakak maupun jadi sahabat adik didiknya, sehingga terkadang tidak ada jarak antara pelatih dan adik didiknya karena interaksi yang cukup sering, namun ada kalanya seorang pelatih dituntut keras dalam menghadapi adik didiknya yang kerap kali mengabaikan batasan mengingat jika melatih di lingkungan SMP/SMA harus mendidik remaja yang sedang dalam masa peralihan.

5. Seorang pelatih mampu menjadi motivator buat adik didiknya, mental remaja harus ditempa sedemikian rupa agar menjadi pribadi – pribadi yang tangguh dan tanggap, apabila mental adik didik sedang turun maka tugas seorang pelatih adalah meningkatkan motivasi dan moril karena motivasi dari orang terdekat adalah senjata paling ampuh untuk mengembalikan mental yang ngedrop.

6. Seorang pelatih harus mampu membuat kegiatan PMR menyenangkan, tidak menjenuhkan dan monoton. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat pembelajaran tidak hanya datang duduk diam catat lakukan, namun bisa diselingi game, menyanyi, diskusi, studi banding atau mencairkan suasana latihan yang monoton dengan mengajak berjalan – jalan keluar dari lingkungan sekolah.

7. Memanfaatkan sarana teknologi informasi dan perangkat elektronik, jika di sekolah ada media pembelajaran yang dilengkapi ruangan audio visual maka anggota PMR diajak melihat sebuah tayangan tertentu dan diajak menganalisa permasalahan dari tayangan tersebut. Bisa juga dengan membuat blog, akun jejaring sosial yang berisi informasi tentang PMR dan membentuk tim semacam redaksi untuk mencari infomasi dan berita di sekitarnya untuk dipublikasikan melalui internet.

8. Remaja adalah pribadi yang berkembang dan membutuhkan arahan, mengingat orang tua dan guru kadang sulit untuk membendung remaja tersebut maka peranan pelatih sebagai salah satu filter mengatasi dampak kenakalan remaja yang akhir – akhir ini cukup merasahkan.

Beberapa hal diatas jika bisa dilaksanakan maka kegiatan PMR akan sedikit berbeda dan akan berubah sedikit demi sedikit, dan tak kalah pentingnya adalah tentukan visi misi PMR serta motto agar menjadi bahan acuan untuk menjadi lebih baik. Demikian di PMR MTsN Malang III, awalnya kami hanya mempunyai motto ” Kita bukan yang terbaik namun yang terlatih ” seiring perubahan yang terjadi motto tersebut kami rubah menjadi ” Change To Be The Best ” kami ingin berubah menjadi yang terbaik, baik saja tidak cukup apabila ada yang terbaik.

Semoga bermanfaat tulisan sederhana ini untuk kemajuan dunia Kepalangmerahan. Aamiin….

Siamo…….
Sumber :::

Pengalaman selama melatih dan pengalaman teman – teman KSR PMI Gondanglegi Kab. Malang

PMR atau Pramuka ???

 

Mungkin kebanyakan orang berfikir kalau eskul PMR sama dengan Pramuka,,lho kok bisa??
ya…mungkin sesuai dengan asumsi mereka dan pandangan secara umum mereka yang melihat dari satu kacamata dan tidak membuka khasanah keilmuannya akan menganggap sama dan tidak ada bedanya, namun kita akan sedikit mengupas mengenai PMR dan Pramuka dari tinjauan secara mendalam. 

Palang Merah Remaja atau PMR adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia. Terdapat di PMI Cabang seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 1 juta orang. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

Sejarah

Terbentuknya Palang Merah Remaja dilatar belakangi oleh terjadinya Perang Dunia II (1859) pada waktu itu Austria dan Francis sedang mengalami peperangan. Karena kekurangan tenaga untuk memberikan bantuan, akhirnya mengerahkan anak-anak sekolah supaya turut membantu sesuai dengan kemampuannya. Mereka diberikan tugas – tugas ringan seperti mengumpulkan pakaian-pakaian bekas dan majalah-majalah serta Koran bekas. Anak-anak tersebut terhimpun dalam suatu badan yang disebut Palang Merah Pemuda (PMP) kemudian menjadi Palang Merah Remaja (PMR).

Pada tahun 1919 di dalam sidang Liga Perhimpunan Palang Merah Internasional diputuskan bahwa gerakan Palang Merah Remaja menjadi satu bagian dari perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Kemudian usaha tersebut diikuti oleh negara-negara lain. Dan pada tahun 1960, dari 145 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah sebagian besar sudah memiliki Palang Merah Remaja.

Di Indonesia pada Kongres PMI ke-IV tepatnya bulan Januari 1950 di Jakarta, PMI membentuk Palang Merah Remaja yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman. Pada tanggal 1 Maret 1950 berdirilah Palang Merah Remaja secara resmi di Indonesia.

Pendidikan dan pelatihan PMR

Palang Merah Remaja atau PMR adalah organisasi kepemudaan binaan dari Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah dan bertujuan memberitahukan pengetahuan dasar kepada siswa sekolah dalam bidang yang berhubungan dengan kesehatan umum dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.

Untuk mendirikan atau menjadi anggota palang merah remaja disekolah, harus diadakan Pendidikan dan Pelatihan Diklat untuk lebih mengenal apa itu sebenarnya PMR dan sejarahnya mengapa sampai ada di Indonesia, dan pada diklat ini para peserta juga mendapatkan sertifikat dari PMI. Dan baru dianggap resmi menjadi anggota palang merah apabila sudah mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan oleh palang merah remaja disekolah.

PMI mengeluarkan kebijakan pembinaan PMR:

  1. Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.
  2. Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan.
  3. Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI.
  4. Remaja adalah kader relawan.
  5. Remaja calon pemimpin PMI masa depan.

Tujuan pembinaan dan pengembangan PMI masa depan:

  1. Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter.
  2. Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya.
  3. Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat.
  4. Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya.
  5. Anggota PMR adalah calon relawan masa depan.

Jumbara

Jumbara atau Jumpa Bhakti Gembira adalah kegiatan besar organisasi PMR seperti halnya jambore pada organisasi Pramuka.Jumbara diadakan dalam setiap tingkatan. Ada jumbara tingkat kabupaten, daerah dan Jumbara Nasional. dimana pelaksanaanya disesuaikan dengan kemampuan PMI daerah yang bersangkutan.

Tribakti PMR

dalam PMR ada tugas yang harus dilaksanakan, dalam PMR dikenal tri bakti yang harus diketahui, dipahami dan dilaksanakan oleh semua anggota. TRIBAKTI PMR (2009) tersebut adalah:

  1. Meningkatkan keterampilan hidup sehat
  2. Berkarya dan berbakti kepada masyarakat
  3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional.

Tingkatan PMR

Di Indonesia dikenal ada 3 tingkatan PMR sesuai dengan jenjang pendidikan atau usianya

  1. PMR Mula adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (10-12 tahun). Warna emblem Hijau
  2. PMR Madya adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (12-15 tahun). Warna emblem Biru Langit
  3. PMR Wira adalah PMR dengan tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (15-17 tahun). Warna emblem Kuning

Prinsip Dasar kepalang-merahan

Dalam PMR dikenalkan 7 Prinsip Dasar yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh setiap anggotanya. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama”7 Prinsip Dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional” (Seven Fundamental Principle of Red cross and Red Crescent).

  • Kemanusiaan

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah lahir dari keinginan untuk memberikan pertolongan kepada korban yang terluka dalam pertempuran tanpa membeda-bedakan mereka dan untuk mencegah serta mengatasi penderitaan sesama. Tujuannya ialah melindungi jiwa dan kesehatan serta menjamin penghormatan terhadap umat manusia. Gerakan menumbuhkan saling pengertian, kerja sama dan perdamaian abadi antar sesama manusia.

  • Kesamaan

Gerakan memberi bantuan kepada orang yang menderita tanpa membeda-bedakan mereka berdasarkan kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial atau pandangan politik. tujuannya semata-mata ialah mengurangi penderitaan orang lain sesuai dengan kebutuhannya dengan mendahulukan keadaan yang paling parah.

  • Kenetralan

Gerakan tidak memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, ras, agama, atau ideologi.

  • Kemandirian

Gerakan bersifat mandiri, setiap perhimpunan Nasional sekalipun merupakan pendukung bagi pemerintah dibidang kemanusiaan dan harus mentaati peraturan hukum yang berlaku dinegara masing-masing, namun gerakan bersifat otonom dan harus menjaga tindakannya agar sejalan dengan prinsip dasar gerakan.

  • Kesukarelaan

Gerakan memberi bantuan atas dasar sukarela tanpa unsur keinginan untuk mencari keuntungan apapun.

  • Kesatuan

Didalam satu Negara hanya boleh ada satu perhimpunan Nasional dan hanya boleh memilih salah satu lembaga yang digunakan Palang merah Bulan Sabit Merah. Gerakan bersifat terbuka dan melaksanakan tugas kemanusiaan diseluruh wilayah negara bersangkutan.

  • Kesemestaan

Gerakan bersifat semesta. Artinya, gerakan hadir diseluruh dunia. Setiap perhimpunan Nasional mempunyai status yang sederajat, serta memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam membantu sama lain.

Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikankepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya.

“Pramuka” merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing Pramuka.

Sedangkan yang dimaksud “Kepramukaan” adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungankeluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Sedangkan di tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO). Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.[1]

Pada tanggal 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengabsahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan UU ini, maka Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Organisasi profesi juga diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan kepramukaan. [2]

Tujuan Kepramukaan

Gerakan Pramuka sebagai penyelenggara pendidikan kepanduan Indonesia yang merupakan bagian pendidikan nasional, bertujuan untuk membina kaum muda dalam mencapai sepenuhnya potensi-potensi spiritual, social, intelektual dan fisiknya, agara mereka bias:

  • Membentuk, kepribadian dan akhlak mulia kaum muda
  • Menanamkan semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara bagi kaum muda
  • Meningkatkan keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.

Prinsip Dasar Kepramukaan

Gerakan Pramuka berlandaskan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:
  • Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam
  • Peduli terhadap dirinya pribadi
  • Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka

Metode Kepramukaan

Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui:

  • Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka
  • Belajar sambil melakukan
  • Sistem berkelompok
  • Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik
  • Kegiatan di alam terbuka
  • Sistem tanda kecakapan
  • Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri
  • Kiasan Dasar

Keanggotaan

Gerakan Pramuka Indonesia memiliki 17.103.793 anggota (per 2011) , menjadikannya gerakan pramuka terbesar di dunia.

Sifat

Lambang Gerakan Pramuka (menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) adalah Tunas Kelapa, dikenakan pada kerah kiri baju pramuka dan Lambang WAGGGS yang dikenakan pada kerah kanan baju pramuka puteri. Sedangkan untuk putera, Lambang Gerakan Pramukadikenakan pada kantung sebelah kiri, sedangkan Lambang WOSM pada kantung sebelah kanan kemeja. Emblem lokasi wilayah Gerakan Pramuka (berdasarkan provinsi) dikenakan pada lengan sebelah kanan baju Pramuka.

Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :

  • Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
  • Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat,suku dan bangsa.
  • Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja

Dari pengertian dan penjabaran di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa berdasarkan sejarah berdirinya :

Palang Merah Remaja :

Untuk membantu menolong korban perang terutama tentara yaitu dengan membantu mengumpulkan pakaian, menggulung pembalut, mengumpulkan bantuan lainnnya.
Pramuka / kepanduan :

 Membantu tentara yang bertempur/menjadi tentara sukarela dengan tugas sederhana berupa mengantarkan pesan ke militer yang bertempur.

Berdasarkan tujuan kegiatannya adalah :
 Palang Merah Remaja :

Menguatkan kualitas remaja, membentuk karakter remaja, menjadikan peer educator, dan membentuk kepemimpinan.

Pramuka / kepanduan :

Membentuk kepribadian, penanaman sikap cinta tanah air dan bela negara, meningkatklan ketrampilan dan membentuk kepemimpinan.

Permasalahan yang timbul di sekolah yaitu persaingan antar eskul terutama antara PMR dan Pramuka yang kerap kali meruncing walaupun anggota dari kedua eskul ini orangnya sama, hal tersebut karena perbedaan konsep penanaman karakter eskul yang berbeda dan karena egoisme masing – masing eskul sehingga banyak menimbulkan permasalahan.  Penanaman karakter ini jika kita kupas akan merujuk ke arah sejarah berdirnya masing2 organisasi, jika Palang Merah Remaja tujuan awalnya untuk membantu sesama  dan menggugah jiwa sosial di belakang garis pertempuran. Sedangkan Pramuka / kepanduan untuk membantu militer dan untuk membela negara baik di belakang maupun terlibat di medan pertempuran. Sehingga ada perbedaan mencolok yang bisa kita simpulkan dari sejarah berdirinya kedua organisasi ini. Dari segi materi pembelajaran juga banyak perbedaan dan ada pula yang sama. Jika kita menelaah dari materi maka Pramuka yang lebih lengkap dibandingkan dengan PMR namun dalam PMR lebih dipelajari mendalam sebagai contoh materi pertolongan pertama. 
Dari berbagai pengamatan yang dilakukan penulis, para siswa yang aktif di Pramuka ketika sudah duduk di bangku kuliah/perguruan tinggi kebanyakan pindah haluan ikut KSR dan menjadi aktifis KSR sedangkan anggota PMR jika sudah kuliah terkadang enggan ikut KSR. Ini menjadi sebuah tanda tanya besar ada apa dibalik fenomena ini ??. Terlepas dari fenomena yang ada, dari masing – masing eskul output yang diharapkan adalah karakter remaja yang mempunyai landasan iman, taqwa dan jiwa kepemimpinan yang jujur dan bertanggung jawab.
Nah….PMR atau Pramuka ???
Silahkan dipilih sesuai hati nurani anda??? :)

 

Siamo….. 

Sumber : Wikipedia.org 

METODE PENDIDIKAN DAN PENANAMAN KARAKTER PMR

Pendidikan karakter, sekarang ini mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah saja, tapi dirumah dan di lingkungan sosial. Bahkan sekarang ini peserta pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga usia dewasa. Mutlak perlu untuk kelangsungan hidup Bangsa ini.

Kegiatan ekstarkurikuler merupakan salah satu wadah untuk mendidik siswa – siswi dengan karakter tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan melalui kegiatan ekstra tersebut. Salah satu kegiatan ekstra di sekolah yang sering kita dengar adalah Palang Merah Remaja ( PMR ), dalam kegiatan PMR kita dapat menanamkan pendidikan karakter di luar jadwal kurikuler. Pentingnya pendidikan karakter merupakan kunci keberhasilan individu. Dari sebuah penelitian di Amerika, 90 persen kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab, tidak jujur, dan hubungan interpersonal yang buruk. Selain itu, terdapat penelitian lain yang mengindikasikan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang di masyarakat ditentukan oleh emotional quotient. Bagi Indonesia sekarang ini, pendidikan karakter juga berarti melakukan usaha sungguh-sungguh, sitematik dan berkelanjutan untuk membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkankarakter rakyat Indonesia. Dengan kata lain, tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri, tanpa kegigihan, tanpa semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa tanggung jawab, tanpa memupuk persatuan di tengah-tengah kebinekaan, tanpa semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta tanpa rasa percaya diri dan optimisme.
Usia PMR khususnya PMR Madya ( setingkat SMP/MTs) dan PMR Wira ( setingkat SMA/MA) merupakan usia ideal untuk menanamkan karakter secara mendalam, mengingat usia-usia tersebut jaman sekarang rentan akan godaan dan polan pencarian jati diri remaja. Kita bisa melihat di sekitar kita bagaimana tingkah polah remaja yang saat ini sudah banyak yang keluar dari tatanan dan budaya bangsa kita. Menurut beberapa ahli mengenai pola tumbuh kembang remaja sebagai berikut :

Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek.

Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang.

Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.

 

Gunarsa (1989) merangkum beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu:

1. Kecanggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
2. Ketidakstabilan emosi.
3. Adanya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
4. Adanya sikap menentang dan menantang orang tua.
5. Pertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang tua.
6. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
7. Senang bereksperimentasi.
8. Senang bereksplorasi.
9. Mempunyai banyak fantasi, khayalan, dan bualan.
10. Kecenderungan membentuk kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.

Berdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis, fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja. Berikut ini dirangkum beberapa permasalahan utama yang dialami oleh remaja.

Permasalahan Fisik dan Kesehatan

Permasalahan akibat perubahan fisik banyak dirasakan oleh remaja awal ketika mereka mengalami pubertas. Pada remaja yang sudah selesai masa pubertasnya (remaja tengah dan akhir) permasalahan fisik yang terjadi berhubungan dengan ketidakpuasan/ keprihatinan mereka terhadap keadaan fisik yang dimiliki yang biasanya tidak sesuai dengan fisik ideal yang diinginkan. Mereka juga sering membandingkan fisiknya dengan fisik orang lain ataupun idola-idola mereka. Permasalahan fisik ini sering mengakibatkan mereka kurang percaya diri. Levine & Smolak (2002) menyatakan bahwa 40-70% remaja perempuan merasakan ketidakpuasan pada dua atau lebih dari bagian tubuhnya, khususnya pada bagian pinggul, pantat, perut dan paha. Dalam sebuah penelitian survey pun ditemukan hampir 80% remaja ini mengalami ketidakpuasan dengan kondisi fisiknya (Kostanski & Gullone, 1998). Ketidakpuasan akan diri ini sangat erat kaitannya dengan distres emosi, pikiran yang berlebihan tentang penampilan, depresi, rendahnya harga diri, onset merokok, dan perilaku makan yang maladaptiv (& Shaw, 2003; Stice & Whitenton, 2002). Lebih lanjut, ketidakpuasan akan body image ini dapat sebagai pertanda awal munculnya gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia (Polivy & Herman, 1999; Thompson et al).

Dalam masalah kesehatan tidak banyak remaja yang mengalami sakit kronis. Problem yang banyak terjadi adalah kurang tidur, gangguan makan, maupun penggunaan obat-obatan terlarang. Beberapa kecelakaan, bahkan kematian pada remaja penyebab terbesar adalah karakteristik mereka yang suka bereksperimentasi dan berskplorasi.

Dari uraian para ahli di atas, maka penanaman materi khusus diperlukan untuk memberikan gambaran tumbuh kembang remaja dan bagaimana mendidik teman sebaya. Maka PMI merumuskan sebuah materi PRS/Peraya pendidkan remaja sebaya, dimana dalam materi tersebut terangkum pretumbuhan remaja, bahaya narkoba, pencegahan pergaulan bebas dan pencegahan HIV/AIDS.
Eksplorasi kepemimpinan  di jabaran melalui berbagai penugasan, pengalaman berorganisasi, seni kepemimpinan dan permainan untuk melatih cara memimpin dan melatih kejujuran. Problem solving diperlukan untuk mengatasi segala bentuk masalah tanpa emosional dan tanpa terburu – buru. Sehingga diharapkan para anggota PMR mempunyai karakter humanis dan jujur ketika sudah dewasa dan jadi seorang pemimpin yang inovatif.
Dalam menyampaikan sebuah materi pembelajaran dan penanaman karakter PMR diperlukan metode yang sering dipakai oleh para pelatih dan pembina, namun salah satu metode yang tepat digunakan adalah metode inkuiri. Menurut beberapa ahli metode inkuiri adalah cara untuk menyampaikan sesuatu agar tercapai tujuan, cara melaksanakan, cara menyelidiki, taktik, siasat (Poerwadarminto, 1976). Metode Inkuiri adalah menanyakan, meminta keterangan atau menyelidiki, penyelidikan (Soedanyo, 1990).Metode Inkuiri dalam bahasa Inggris “Inquiri”, berarti pertanyaan,pemeriksaan, atau penyelidikan (Gulo, 2002). Metode inkuiri adalah suatu pola untuk membantu para siswa belajar merumuskan dan menguji pendapatnya sendiri dan memiliki kesadaran akan kemampuannya. (Suchman ,1996). Metode inkuiri adalah strategi mengajar yang memungkinkan para siswa mendapatkan jawabannya sendiri. (Jones, 1997).

Metode inkuiri adalah suatu metode yang menekankan pengalaman-pengalaman belajar yang mendorong siswa dapat menemukan konsep-konsep dan prinsip (Widja, 1985). Metode inkuiri adalah cara penyajian pelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan informasi dengan atau tanpa bantuan guru (Sumantri,1998). Metode inkuiri adalah merupakan proses belajar yang memberikan kesempatan pada siswa untuk menguji dan menafsirkan problema secara sistematika yang memberikan konklusi berdasarkan pembuktian. (Nasution 1992 : 128). Metode inkuiri merupakan perluasan metode discovery yang artinya suatu proses mental yang lebih tinggi tingkatannya misalnya merumuskan problema, merancang eksperimen, melaksanakan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis dan membuat kesimpulan (Sri Anitah , 2001:4).

Berdasarkan beberapa pengertian yang tersebut di atas metode inkuiri adalah suatu cara yang digunakan dalam proses pembelajaran sehingga siswa mempunyai kemampuan untuk bertanya, memeriksa, atau menyelidiki sesuatu. yang melibatkan seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis,kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri.
Dengan menggunakan  konsep pembelajaran inkuiri untuk penanaman karakter PMR diharapkan ke depan alumni PMR dapat menerapkan dan mengaplikasikan berbagai macam keilmuan yang dipelajari sebagai dasar karakter manusia Indonesia yang lebih baik ke depannya.
Mohon maaf jika tulisan ini masih berantakan karena segala keterbatasan kami. Semoga bermanfaat….
Aamiin….
Dirangkum dari berbagai sumber :
- pentingnya pendidikan karakter
- mengenal sifat remaja
- karakteristik remaja
- konsep pembelajaran inkuiri
- dll

Mengenal dasar organisasi

ORGANISASI
organisasi yang baik adalah organisasi yang telah menetapkan rumusan organisasi yang jelas.

“ORGANISASI” adalah alat atau wadah yang akan mengantarkan cita- cita tertentu. Dalam mengendalikan organiosasi tidak akan lepas dari kegiatan-kegiatan surat menyurat, mengatur pembukuan dll. Segala masalah yang bersangkutan dengan hal tersebut dinamakan “ADMINISTRASI”.
Dalam pelaksanaan administrasi ini tentu memerlukan ilmu tersendiri, baik tentang teknik pelaksanaan maupun yang akan melaksanakannya sebagai pelicin jalan demi tertibnya administrasi dalam setiap aktivitas, hal ini akan dibahas dalam “MANAGEMENT”
Kelancaran suatu organisasi dan teratur nya administrasi akan tercapai bila pelaksanaannya/pengurus organisasinya memiliki sifat-sifat kepemimpinan, sehingga dengan mudah dan tepat dapat mengendalikan organisasi tersebut. Hal ini akan dibahas dalam masalah “LEADERSHIP”.
ORGANISASI

“ORGANISASI” suatu perkumpulan atau organisasi didirikan karena terdorong oleh hasrat untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Suatu organisasi dapat dakatakan teratur kalau suadh ada keserasian antara semua pengurus, antara pengurus dengan anggota dan adanya rasa tangguang jawab serta pengertian yang mendalam atas organisasi te4rsebut hingga berjalan secara pararel dengan dasar dan tujuannya.

Empat unsur yang penting dalam Organisasi adalah :
1. Organisasi (tata cara mengelola perkumpulan)
2. Administrasi
3. Management
4. Ledership/kepemimpinan

Administrasi :

adalah usaha atau kegiatan sekelompok orang yang bekerja secara teratur untuk mencapaisuatu tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.usaha-usaha atau kegiatan yang dimaksud meliputi semua kegiatan yang lazim dilakukan oleh organisasi, seperti penetapan rencana program, pengorganisasian, penajaman dan penyelenggaraan program, kegiatan pengawasan, kegiatan evaluasi, kegiatan pembuatan pelaporan, dan lain-lain.

Dengan kata lain, kegiatan tata usaha atau keskretariatan merupakan suatu bagian dari kegiatan administrasi.
1. Tulis menulis (rencana program, strategi pelaksanaan program,
sampai evaluasi ).
2. Surat menyurat;
3. Kegiatan kearsipan dan agenda;
4. Pemilikan dan pemeliharaan buku induk organisasi;
5. pengiriman dan penerimaan surat; dan
6. data-data lain yang ber kaitan langsung dengan kegiatan tilis menulis

Segi-segi Administrasi ada tiga macam :
a. Administrasi dalam arti intitusional adalah merupakan kelompok orang yang manjalankan proses kegiatan kea rah tercapainya suatu tujuan bersama.

b. Administrasi dalam arti fungsional adalah segala kegiatan yang mendahulukan kearah mencapai suatu tujuan.

c. Administrasi dalam arti proses, adalah segala kegiatan sejak dari perumusan tujuan sampai penyelenggaraan sehingga tercapai suatu tujuan.

Management

  •     Metode kemampuan menggunakan cara bagaimana agar   usahanya berhasil dengan baik, ekonomis, praktis dan   harmonis dalam mencapai tujuan. Manusia kemampuan   mengendalikan dan menggerakan manusia untuk   melaksanakan tugas dalam usaha mencapai tujuan bersama.
  •    Peralatan kemampuan menggunakan alat perlengkapan yang ada.
  •    Biaya kemampuan menggunakan dana yang ada seefesien   mungkin dalam   usaha mencapai tujuan.

Prinsip-prinsip MANAJEMEN

􀂉Adanya vision of work

􀂉Pemberian rangsangan kerja

􀂉Adanya authority

􀂉Sentralisasi sebagian kekuasaan

􀂉Disiplin

􀂉Garis wewenang jelas batasnya

􀂉Kesatuan perintah

􀂉Tatanan yang baik

􀂉Kesatuan pengarahan

􀂉Stabilitas anggotanya

􀂉Kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi

Pokok-pokok Persoalan Management

Menurut george R. Terry dalam bukunya “ principle of management” pola management dapat dirumuskan dengan singkatan “POAC”.
1. Planning (perencana program).
2. Organizing (Pengorganisasian).
3. Accuiting (penggerakan).
4. Controlling (pengawasan).

Langkah Pembuatan planning

planning adalah rumusan karya yang akan menjadi pedoman dan petunjuk dalam menempuh tujuan organisasi. Planning sangat menentukan sekali sukses atau tidaknya tujuan organisasi.

  • What   : Apakah tujuan rencana itu (factor motif)
  • Why   : Mengapa begitu (factor penilaian)
  • Where  : Dimana dilaksanakan rencana itu (factor tempat)
  • Who   : Siapakah pelakunya (factor subjek)
  • When   : Kapan akan dilaksanakan (factor tempat)
  • How   : Bagaimana cara pelaksanaannya (factor methode)

Syarat Pokok Dalam Pembuatan Planning

1. Rasional
Planning harus berdasarkan pemikiran yang objektif dan matang, bukan hanya merupakan khayalan semata yang tidakm mungkin bias dibahas secara logis.

2. Flexible
Planning harus bersifat flexible artinya sesuai dengan keadaan bagaimanapun. Bisa dilaksanakan kapan saja dan dapat ditetapkan pada temapt waktu dan keadaan bagaimanapun juga.

3. Continueetas
Pembuatan planning harus kontinyu, artinya terus menerus tidak hanya satu kali untuk selama-lamanya akan tetapi yang lebih bai terhadap dengan demikian mudahlah diadakan penilaian secara konkrit.

^^

VISI, MISI PMI

Visi PMI :

Terwujudnya PMI sebagai Organisasi Kemanusiaan yang profesional, tanggap dan dicintai  masyarakat

( Profesional :  memiliki kapasitas, kompetensi dan bekerja dengan standart mutu.

Tanggap : Cepat dan Tepat :

(Cepat : Bantuan diberikan Segera stlh kejadian, 24/7,

Tepat : Berprinsip panca tepat  - Waktu, Sasaran, tempat, kualitas dan jumlah)

Dicintai masyarakat :  dekat, peduli, dan didambakan kehadirannya oleh masyarakat..)
M i s i PMI :

  1. Menguatkan dan mengembangkan organisasi
  2. Meningkatkan dan mengembangkan Kualitas SDM
  3. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kepalangmerahan
  4. Mengembangkan kegiatan Kepalangmerahan yang berbasis masyarakat
  5. Meningkatkan dan mengembangkan jejaring kerjasama
  6. Menyebarluaskan, mengadvokasi dan melaksanakan Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah serta Hukum Perikemanusiaan Internasional
  7. Mengembangkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Kpalangmerahan

ISTILAH DALAM MEMOBILISASI PASIEN (PK)

Fleksi dan ekstensi

Fleksi adalah gerak menekuk atau membengkokkan. Ekstensi adalah gerakan untuk meluruskan. Contoh: gerakan ayunan lutut pada kegiatan gerak jalan. Gerakan ayunan ke depan merupakan (ante)fleksi dan ayunan ke belakang disebut (retro)fleksi/ekstensi. Ayunan ke belakang lebih lanjut disebut hiperekstensi.

Adduksi dan abduksi

Adduksi adalah gerakan mendekati tubuh. Abduksi adalah gerakan menjauhi tubuh. Contoh: gerakan membuka tungkai kaki pada posisi istirahat di tempat merupakan gerakan abduksi (menjauhi tubuh). Bila kaki digerakkan kembali ke posisi siap merupakan gerakan adduksi (mendekati tubuh).

Elevasi dan depresi

Elevasi merupakan gerakan mengangkat, depresi adalah gerakan menurunkan. Contohnya: Gerakan membuka mulut (elevasi) dan menutupnya (depresi)juga gerakan pundak keatas (elevasi) dan kebawah (depresi) Inversi dan eversi Inversi adalah gerak memiringkan telapak kaki ke dalam tubuh. Eversi adalah gerakan memiringkan telapak kaki ke luar. Juga perlu diketahui untuk istilah inversi dan eversi hanya untuk wilayah di pergelangan kaki.

Supinasi dan pronasi

Supinasi adalah gerakan menengadahkan tangan. Pronasi adalah gerakan menelungkupkan. Juga perlu diketahui istilah supinasi dan pronasi hanya digunakan untuk wilayah pergelangan tangan saja