KIAT – KIAT PELATIH MEMAJUKAN PMR

GambarBanyak yang berharap agar PMR bisa besar dan meraih segudang prestasi, banyak pelatih berusaha meningkatkan materi dan berusaha keras agar PMR yang dididik meraih prestasi dan menjadi eskul favorit di sekolahnya. Berbagai macam usaha dilakukan agar adik didiknya giat berlatih dan menguasai materi Kepalangmerahan secara mumpuni, namun terkadang usaha tersebut terkendala berbagai halangan dan segudang permasalahan yang terkadang klasik di mata kita semua.
Betapa bangganya kita ketika dalam sebuah event perlombaan adik didik kita meraih juara umum, atau membawa banyak piala, betapa bangganya jika setiap perbincangan yang menyangkut PMR nama sekolah / PMR Unit kita disegani dan menjadi rival berat dalam setiap kompetisi, dan ketika nama sekolah disebut PMR menjadi sebuah perhitungan besar dan menjadi pilihan eskul yang esklusif.
Namun untuk mewujudkan rasa bangga tersebut tidak sedikit aral dan permasalahan yang harus dihadapi seorang pelatih, mulai dari yang sangat klasik yakni dana dan minat anggota dalam latihan pasang surut. Jika ditinjau dari segi tugas dan kewajiban yang diemban seorang pelatih maka tidaklah berimbang. Kewajiban seorang pelatih adalah membibna dan mendidik anggota PMR dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tahu bisa memahami dari yang paham menjadi mampu. Terlebih jika akan menghadapi lomba, frekuensi latihan meningkat dari biasanya, jika ada Diklat maka persiapan dan segala kesibukan seolah menjadi tanggung jawab seorang pelatih. Dari segi hak yang diterima sangat jauh dari segi kelayakan, sebagai contoh di sebuah sekolah swasta hanya mampu memberi honorarium sebesar RP 25.000 sekali datang, jika ada kegiatan tambahan pelatih harus rela merogoh uang pribadi untuk menutupi segala pengeluaran tambahan. Mungkin jiwa relawan yang tulus telah mendorong para pelatih dan KSR  tetap setia dengan kegiatan PMR dan rela mengisi kegiatan eskul ini adengan segala permasalahannya.

Mengupas permasalahan klasik PMR yang berupa dana kita bisa mencontoh salah satu unit PMR yang mengkaryakan anggotanya agar sedikit aktif dan kreatif, sebagai contoh salah satu PMR Wira di Kecamatan Gondanglegi ketika akan berlomba para anggota diwajibkan mengumpulkan gelas plastik bekas air mineral sebanyak – banyaknya selama satu bulan, bulan berikutnya anggota PMR tersebut mengumpulkan kardus dan kertas bekas semen, hasilnya sangat luar biasa, mereka mampu membiayai kebutuhan lomba yang cukup besar. Sedangkan di PMR Masanega pernah mengumpulkan botol kaca bekas setiap kali latihan dan hasilnya bisa untuk menambah kas dan untuk menjalankan kegiatan PMR.

Menarik minat siswa dalam kegiatan eskul cukup berat dan membutuhkan aktif kreatif seorang pelatih, dengan segala keterbatasan seorang pelatih dituntut mampu menjadi profesional selayaknya guru yang telah mendapatkan tunjangan profesi. Hal yang selayaknya dilakukan seorang pelatih PMR antara lain :

1. Seorang pelatih harus bisa mentransfer kemampuannya sesuai dengan kurikulum pembelajaran PMR, mengalokasikan materi selama dua semester secara tepat dan memanfaatkan jam pembelajaran seefektif mungkin.

2. Seorang pelatih harus terbuka dengan masukan dari pihak lain agar lebih fleksibel dalam membantu adik didik menjalankan organisasi PMR.

3. Serorang pelatih selalu haus akan ilmu dan berusaha menggali ilmu di PMI maupun di dunia medis yang selalu berkembang, tidak jarang kita temui pelatih yang hanya cukup mengandalkan apa yang dimiliki dan kurang menerima perubahan.

4. Seorang pelatih mampu menjadi orang tua, kakak maupun jadi sahabat adik didiknya, sehingga terkadang tidak ada jarak antara pelatih dan adik didiknya karena interaksi yang cukup sering, namun ada kalanya seorang pelatih dituntut keras dalam menghadapi adik didiknya yang kerap kali mengabaikan batasan mengingat jika melatih di lingkungan SMP/SMA harus mendidik remaja yang sedang dalam masa peralihan.

5. Seorang pelatih mampu menjadi motivator buat adik didiknya, mental remaja harus ditempa sedemikian rupa agar menjadi pribadi – pribadi yang tangguh dan tanggap, apabila mental adik didik sedang turun maka tugas seorang pelatih adalah meningkatkan motivasi dan moril karena motivasi dari orang terdekat adalah senjata paling ampuh untuk mengembalikan mental yang ngedrop.

6. Seorang pelatih harus mampu membuat kegiatan PMR menyenangkan, tidak menjenuhkan dan monoton. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuat pembelajaran tidak hanya datang duduk diam catat lakukan, namun bisa diselingi game, menyanyi, diskusi, studi banding atau mencairkan suasana latihan yang monoton dengan mengajak berjalan – jalan keluar dari lingkungan sekolah.

7. Memanfaatkan sarana teknologi informasi dan perangkat elektronik, jika di sekolah ada media pembelajaran yang dilengkapi ruangan audio visual maka anggota PMR diajak melihat sebuah tayangan tertentu dan diajak menganalisa permasalahan dari tayangan tersebut. Bisa juga dengan membuat blog, akun jejaring sosial yang berisi informasi tentang PMR dan membentuk tim semacam redaksi untuk mencari infomasi dan berita di sekitarnya untuk dipublikasikan melalui internet.

8. Remaja adalah pribadi yang berkembang dan membutuhkan arahan, mengingat orang tua dan guru kadang sulit untuk membendung remaja tersebut maka peranan pelatih sebagai salah satu filter mengatasi dampak kenakalan remaja yang akhir – akhir ini cukup merasahkan.

Beberapa hal diatas jika bisa dilaksanakan maka kegiatan PMR akan sedikit berbeda dan akan berubah sedikit demi sedikit, dan tak kalah pentingnya adalah tentukan visi misi PMR serta motto agar menjadi bahan acuan untuk menjadi lebih baik. Demikian di PMR MTsN Malang III, awalnya kami hanya mempunyai motto ” Kita bukan yang terbaik namun yang terlatih ” seiring perubahan yang terjadi motto tersebut kami rubah menjadi ” Change To Be The Best ” kami ingin berubah menjadi yang terbaik, baik saja tidak cukup apabila ada yang terbaik.

Semoga bermanfaat tulisan sederhana ini untuk kemajuan dunia Kepalangmerahan. Aamiin….

Siamo…….
Sumber :::

Pengalaman selama melatih dan pengalaman teman – teman KSR PMI Gondanglegi Kab. Malang

One thought on “KIAT – KIAT PELATIH MEMAJUKAN PMR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s